Tampilkan postingan dengan label Info Tips Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Tips Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Tips Mendidik Buah Hati(Anak) agar Berdisiplin

,

Tips Mendidik Buah Hati(Anak) agar Berdisiplin


Anda mungkin pernah kesal, karena Buah Hati Anda tidak juga mengerti kapan waktunya dia harus tidur atau makan. Apalagi soal mengajarinya untuk menggunakan toilet atau pispot. Kapan dan bagaimanakah hal ini harus diajarkan pada anak?http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-mendidik-buah-hati-agar.html
Melatih disiplin anak harus dimulai sejak dini. Perkembangan mental anak di usia antara 3 hingga 5 tahun telah memungkinkan Anda untuk mengajarkan disiplin pada anak.

Anak di usia balita umumnya membutuhkan waktu tidur selama 12 jam. Waktu tersebut biasanya dibagi antara jam tidur malam dan tidur siang. Repotnya, bila anak kebanyakan tidur siang, maka malamnya ia jadi sulit tidur. Oleh karena itu, orang tua perlu menciptakan suatu pola tidur. Kapan si anak harus tidur dan bangun. Pola ini sebenarnya sudah harus dibentuk sejak usia dini, supaya tidak merepotkan.

Perlu diketahui, kebiasaan tidur siang bukanlah suatu keharusan bagi anak balita. Tentukan waktu tidur siang sekitar 1 hingga 2 jam saja. Bila lebih dari itu, anak sebaiknya dibangunkan, agar malamnya ia bisa tidur 8 hingga 10 jam. Waktu tidur yang cukup sangat baik untuk kesehatan anak, memperlancar metabolisme dan meningkatkan aktivitasnya.

Untuk menumbuhkan disiplin tidur pada anak, memang dibutuhkan sedikit kesabaran dari orang tua. Apalagi bila si anak sedang menonton televisi atau bermain. Maklum saja, di usia ini anak memang berada pada fase di mana rasa ingin tahunya sangat besar. Meskipun demikian bukan berarti segala keinginannya harus kita penuhi. Ketika anak sudah bersiap tidur, matikanlah televisi dan ajaklah dia ke kamarnya. Pilihlah lampu yang agak temaram pencahayaan kamarnya, jangan terlalu gelap. Sebelum tidur bacakanlah cerita atau dongeng supaya hatinya tenang dan membuatnya cepat tertidur.

Menggunakan Toilet

Melatih menggunakan toilet/pispot saat buang air besar/kecil juga merupakan suatu latihan kedisiplinan bagi anak. Anda harus meng-amati dan mencatat, kapan saja anak biasanya buang air atau berapa kali dalam sehari si Upik kencing.

Menurut penelitian, sejak usia 18 bulan, anak sebenarnya sudah bisa diajar menggunakan toilet atau pispot. Di samping itu pada usia tersebut, biasanya anak sudah bisa menahan dan mengendalikan buang air besar dan air kecil.

Sebagai perkenalan, ajaklah ia untuk melihat Anda menggunakan toilet. Jelaskan dengan kalimat sederhana, apa kegunaan toilet dan pispot. Ungkapkan juga harapan Anda padanya untuk mau mencobanya. Untuk pertama kali, mungkin ia akan menolak mencobanya. Jangan memaksanya. Tanamkan suatu pola yang sifatnya rutin, misalnya setiap jam enam pagi dudukkan si Kecil di pispot, bila itu waktunya untuk buang air besar atau kecil.

Jika hal ini dilakukan terus menerus setiap hari dengan pola yang tetap, maka lama kelamaan anak akan mengerti jika ingin buang air besar atau kecil ia harus ke kamar mandi, meskipun demikian, penerapan pola tersebut tidak boleh dilakukan secara kaku. Bila kebetulan ia sudah terlanjur buang air besar atau kecil, tetap lanjutkan ke toilet atau pispot. Sebaiknya berikan penghargaan bila ia mencapai langkah kemajuan.
Baca Selengkapnya

Sabtu, 07 Januari 2012

Tips Serunya Merawat Anak Kembar

,

Tips Serunya Merawat Anak Kembar


Kebahagiaan mempunyai bayi kembar ternyata sebanding juga dengan tingkat kerepotan dalam mengurus mereka. Kesiapan orang tua, baik fisik maupun mental, cenderung akan meningkat menjadi dua kali lipat.http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-serunya-merawat-anak-kembar.html
Persiapan kelahiran anak kembar sebenarnya sama seperti persiapan kelahiran anak tunggal pada umumnya. Persiapan tersebut dapat dilakukan mulai bulan ketujuh, saat orangtua membeli keperluan si bayi. Karena jumlah anak yang bakal datang adalah dua orang, maka gandakan saja keperluan mereka. Selain itu, gandakan juga biaya untuk persalinannya.

Beberapa tips untuk merawat si kembar adalah sebagai berikut:

Mencari bantuan, karena ibu yang melahirkan bayi kembar akan lebih banyak membutuhkan bantuan dibandingkan ibu yang hanya melahirkan satu orang anak
Mengurangi pekerjaan yang terlalu berat.

Bergabung dengan ibu bayi kembar lainnya agar bisa mendapatkan nasihat atau dukungan dari mereka, terutama yang telah melampaui bulan pertama
Membuat catatan tentang kegiatan si kembar, misalnya jadwal imunisasi maupun riwayat kesehatan mereka.
Belajar menyesuaikan diri dengan suara ribut dan tangis mereka.
Menggandakan kewaspadaan ketika si kembar sudah mulai aktif bergerak.
Empat bulan pertama bersama si kembar umumnya merupakan masa yang tersulit. Namun, penanganan bayi kembar akan lebih terkendali jika si ibu merasa terhibur dan bisa menyesuaikan diri dengan mereka.

Bagaimana dengan pemberian ASI eksklusif untuk si kembar? Menyusui si kembar secara bersamaan ternyata akan lebih menghemat waktu dan juga menghindari ibu untuk harus menyusui mereka sepanjang hari. Ibu dapat memegang si bayi atau menopangnya dengan bantal, dan dengan posisi masing-masing pada payudara dan tubuh mereka saling bersilangan di depan tubuh ibu. Setiap kali ibu mulai menyusui si kembar, berikan sisi payudara yang berlainan secara bergantian pada setiap bayi agar tidak terjadi payudara favorit dan untuk menghindari tidak simetrisnya payudara karena salah satu bayi menghisap ASI lebih kuat. Untuk mempertahankan energi dan juga produksi ASI, pastikan si ibu mendapatkan nutrisi dan istirahat yang cukup. Jika kembarnya ternyata lebih dari dua anak, maka ASI bisa diberikan secara bergiliran. Namun jika ASI ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si kembar, maka tambahan susu formula bisa diberikan dengan bimbingan dokter anak.
Baca Selengkapnya

Tips Cara Merawat Bayi Yang Baru Lahir

,

Tips Cara Merawat Bayi Yang Baru Lahir


Kebanyakan, bayi yang baru lahir memiliki tubuh yang tidak proporsional. Ukuran kepala dan badannya tidak sebanding. Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat bayi yang baru lahir :http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-cara-merawat-bayi-yang-baru-lahir.html
Agar kepala berbentuk bulat, atur posisi kepala bayi saat tidur.
Bersihkan noda yang berada di kepala bayi dengan minyak atau baby oil.
Setelah bersih, Anda dapat membersihkan kepalanya menggunakan sampo anti sabore yang mengandung sulfur.
Rangsang mata bayi dengan menggerak-gerakkan mata boneka. Ia cenderung membuka mata lebih lebar ketika sedang digendong tegak.
Bersihkan kemaluan bayi dari darah atau lendir dengan kapas basah.
Baca Selengkapnya

Tips Mengurangi Rasa Sakit Tumbuh Gigi Pada Balita

,

Tips Mengurangi Rasa Sakit Tumbuh Gigi Pada Balita


Tumbuh gigi seringkali sering disertai oleh rasa nyeri. Hal ini menjadikan anak menjadi rewel. Bagaimana cara menguranginya? Simak saja tips berikut di bawah ini.http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-mengurangi-rasa-sakit-tumbuh-gigi.html
Gosok dan pijat gusi bayi dengan kain halus yang dililitkan pada jari Anda. Pada umumnya bayi menyukai jika Anda melakukan hal ini.
Dinginkan gigi dengan memberikannya teether atau dot yang sudah didinginkan sebelumnya di dalam lemari es. Atau Anda dapat membasuh gigi dengan menggunakan kain basah yang telah direndam di dalam air es. Dengan begitu, maka rasa gatal dan nyeri di giginya akan berkurang.
Mainan yang digigit-gigit anak dapat membuat anak merasa nyaman, karena rasa nyeri di gusi teralihkan.

Jika anak merasa kesakitan selama 3 atau 4 hari, segeralah periksakan ia pada dokter. Mungkin saja kerewelannya disebabkan oleh hal lain, bukan karena gigi yang tidak mau keluar.
Baca Selengkapnya

Tips Memilih Babysitter(Pengasuh) Anak yang Baik dan Benar

,

Tips Memilih Babysitter(Pengasuh) Anak


Bagi ibu yang bekerja, hadirnya pengasuh anak mungkin merupakan kebutuhan utama untuk mendampingi tumbuh kembang si kecil dan membantu menciptakan suasana rumah yang bersahabat dan nyaman bagi anak. Namun, mencari orang yang tepat tidaklah mudah. Berbagai pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk menentukan siapa yang Anda rasa tepat untuk mengasuh si kecil, yaitu:http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-memilih-babysitterpengasuh-anak.html
Pembantu rumah tangga
Pembantu rumah tangga (PRT) merupakan pilihan favorit bagi para ibu karena tenaga mereka lebih murah. Namun, kemampuan seorang PRT biasanya terbatas karena tingkat pendidikan mereka yang juga terbatas.

Babysitter
Biasanya tingkat kemampuan babysitter di atas kemampuan PRT karena mereka sudah mendapatkan pendidikan atau ketrampilan yang lebih tinggi, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya pilihlah yayasan penyalur babysitter yang baik sesuai dengan rekomendasi orang yang dapat Anda percaya.

Nanny
Nanny dapat diterjemahkan sebagai perawat anak yang memiliki pendidikan atau pelatihan khusus dalam standar tertentu. Mereka tidak hanya mampu menjaga anak, namun juga mengajak anak bermain atau belajar sesuai dengan tingkat pendidikan si kecil.

Governess
Governess memiliki kemampuan di atas nanny. Mereka dapat diharapkan menjadi guru privat bagi si kecil selama 24 jam sehari karena syarat seorang governess adalah menguasai pendidikan dasar, termasuk pendidikan sopan santun dan etika. Tentu saja menggunakan jasa governess memerlukan biaya yang sangat tinggi sesuai dengan ketrampilan, pikiran, dan tenaga yang mereka berikan.

Siapapun pilihan Anda, yang penting carilah referensi dari teman atau saudara yang merasa puas terhadap kinerja pengasuh anak dari suatu yayasan tertentu. Cobalah menjalin hubungan dengan calon pengasuh sebelum memutuskan menggunakan jasanya. Jika perlu, perhatikan bagaimana calon pengasuh berinteraksi dengan si kecil dan bagaimana pula reaksi anak terhadap calon pengasuhnya. Siapapun yang Anda pilih menjadi pengasuh bagi si kecil, yang utama adalah bagaimana penerimaan si anak serta bagaimana sikap pengasuh menghadapi buah hati Anda.
Baca Selengkapnya

Tips Memilih Pampers(Popok) Anak Bayi

,

Tips Memilih Pampers(Popok) Anak Bayi


Memilih jenis popok rasanya menjadi salah satu tugas terberat bagi seorang ibu. Beberapa dilemma antara fungsinya yang membuat praktis, harganya yang cukup mahal dan juga teknologi penyerapan yang semakin modern ataupun model yang makin stylish. Yang pasti prioritas seseorang berbeda-beda dalam memilih popok untuk anaknya.http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-memilih-pamperspopok-anak-bayi.html
Finansial
Dari segi harga, jika titik berat seorang ibu adalah penghematan, jenis popok kain tradisional mungkin menjadi pilihan utama dibandingkan dengan popok sekalipakai. Kualitas popok kain ini akan menurun setelah dicuci-pakai selama 5 kali. Hal ini bisa menyebabkan iritasi pada anak.

Ruam popok
Ruam popok terjadi karena penggunaan popok yang salah sehingga terjadi iritasi yang dipicu oleh urine dan feses bayi. Ruam ini biasanya berwarna kemerahan disertai lecet ringan dan gatal di daerah sekitar bokong yang cembung, di area kulit yang menempel dengan popok, dan pada daerah lipatan kulit.

Ruam ini bisa dicegah pada penggunaan popok kain karena orangtua bisa segera mengetahui jika popok bayi mulai basah. Sedangkan disposable diaper terkini yang dilengkapi dengan indicator untuk mengetahui tingkat kebasahan.

Isu lingkungan
Kelestarian bumi merupakan tanggung jawab seluruh manusia. Popok kain, membutuhkan proses pencucian, dengan penggunaan deterjen, pemborosan air, pemborosan listrik, dll. Sementara beberapa jenis clodi mengggunakan micro fiber yang sulitterurai dalam tanah sebagai bahan dasar pelapis. Sementara popok sekali pakai yang harus diganti minimal 8 kali sehari atau nyaris 3.000 popok per tahun untuk setiap bayi. Bekas popok yang mengandung banyak bahan kimia itu akan menggunung dengan waktu daur ulang alami 200-500 tahun.

Potty training
Penggunaan popok kain mempercepat potty training, logikanya adalah anak bisa langsung merasakan ketidaknyamanan sesaat setelah buang air kecil atau buang air besar jika dia mengenakan popok kain. Bukan begitu halnya dengan penggunaan pada popok sekali pakai, karena anak akan merasa selalu kering hingga limit kemampuan popok tersebut. Dengan merasa basah, akan otomatis mengajak anak dengan sendirinya ke toilet.

Praktis
Alasan utama penggunaan popok sekali pakai adalah kepraktisannya. Terutama pada saat berpergian atau pada saat anak tidur pada malam hari.
Baca Selengkapnya

Tips Kembangkan Kreatifitas Si Kecil

,

Tips Kembangkan Kreatifitas Si Kecil


Pada dasarnya semua anak adalah kreatif, dan selalu ingin tau hal-hal baru, hanya saja yang membedakannya adalah pembatasan-pembatasan dari lingkungan dan rasa antusiasme si Kecil yang bervariasi. Sebagai orangtua, kewajibannya adalah mengexplor bakat dan minat si Kecil sejak dini. Tidaklah sulit karena dengan sendirinya kemampuan-kemampuan yang menonjol akan keluar dan terlihat dengan jelas, orang tua hanya perlu memfasilitasi dan mengembangkannya sebagaimana aslinya.

Tidak menuntut keinginan
Sosok orangtua yang baik bukanlah yang menuntut segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Contoh: menginginkan si Kecil menjadi ahli musik sedangkan bakat si Kecil lebih suka menggambar yang menjurus kepada seni rupa. Hal ini tidak akan berhasil karena ketidakcocokan minat. Sebagai orangtua, harus dapat menerima kelebihan dan kekurangan si Kecil. Selalu dapat mensugesti bahwa dia mampu.

Anak adalah unik
Seringkali orangtua membandingkan si Kecil dengan anak lain, seolah-olah selalu saja ada kekurangan si Kecil. Orangtua harus selalu menyadari bahwa anak adalah unik. Masing-masing individu sama dengan halnya dengan orang dewasa, tidak suka dibandingkan dengan orang lain, dan tidak akan bisa disamakan dengan anak lain.

Kreatifitas multidimensi
Wujud kreatifitas si Kecil bisa saja berbeda-beda, setiap pulang dari sekolahnya mendapatkan hal baru yang ia sukai, akan langsung ia pamerkan kepada orangtua di rumahnya, namun, jika kreatifitas tersebut tidak ia sukai dan tidak mengambil sedikitpun perhatiannya, dengan dipaksapun akan sulit dikembangkan. Contoh : si Kecil mendapat cara-cara cepat dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam matematika, ia akan mencoba memamerkannya kepada orangtua bahwa ia bisa dengan cepat dalam berhitung, namun pada saaat ada pelajaran seni tari di sekolah, ia tidak akan mengulanginya di rumah. Kreatifitas itu mulitidimensional, dan setiap anak memiliki dimensi kreatifitasnya sendiri-sendiri.

Memberi contoh
Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap apa-apa yang tengah dikerjakan oleh anak-anak kita, misalnya dengan ikut melakukan aktifitas bersama anak dan memperkenalkan hal baru dan gagasan-gagasan yang berhubungan dengan aktifitas tersebut. Beri tahu cara yang baik, resiko serta keuntungannya dan biarkan si Kecil berfikir tentang hobby barunya itu. Berikan waktu, tempat, kemudahan dan bahan-bahan agar si Kecil semakin kreatif.

Lakukan dengan santai
Biasanya orangtua lebih menyukai melihat langsung hasil jadi dari kreatifitas anak, dan bukan proses belajar mencapai tujuannya. Padahal dalam prose situ akan terlihat dengan jelas bagaimana mereka memecahkan masalah, berusaha dan menikmati keberhasilan. Lakukan proses ini dengan santai dan dengan perspektif si Kecil, bukan atas dasar cara pandang seorang dewasa. Ketegangan dankekakuan hanya akan membuat si kecil tidak enjoy dalam mengembangkan bakatnya.
Selalu kembangkan ciri anak kreatif sebagi berikut :
  1. Spontan
  2. Rasa ingin tahu
  3. Lancar berpikir
  4. Detail oriented
  5. Orisinalitas ide
Baca Selengkapnya
 

Top Artikel Kesehatan Powered By Blogger Theme Desain By Ellin Nurlina