Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Tips Mengurangi Rasa Sakit Tumbuh Gigi Pada Balita

,

Tips Mengurangi Rasa Sakit Tumbuh Gigi Pada Balita


Tumbuh gigi seringkali sering disertai oleh rasa nyeri. Hal ini menjadikan anak menjadi rewel. Bagaimana cara menguranginya? Simak saja tips berikut di bawah ini.http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-mengurangi-rasa-sakit-tumbuh-gigi.html
Gosok dan pijat gusi bayi dengan kain halus yang dililitkan pada jari Anda. Pada umumnya bayi menyukai jika Anda melakukan hal ini.
Dinginkan gigi dengan memberikannya teether atau dot yang sudah didinginkan sebelumnya di dalam lemari es. Atau Anda dapat membasuh gigi dengan menggunakan kain basah yang telah direndam di dalam air es. Dengan begitu, maka rasa gatal dan nyeri di giginya akan berkurang.
Mainan yang digigit-gigit anak dapat membuat anak merasa nyaman, karena rasa nyeri di gusi teralihkan.

Jika anak merasa kesakitan selama 3 atau 4 hari, segeralah periksakan ia pada dokter. Mungkin saja kerewelannya disebabkan oleh hal lain, bukan karena gigi yang tidak mau keluar.
Baca Selengkapnya

Minuman Manis Menyebabkan Kegemukan Bagi Anak

,

Minuman Manis Menyebabkan Kegemukan Bagi Anak


Salah satu penyebab kegemukan pada anak ternyata disebabkan oleh minuman manis seperti jus buah dan soda. Kecenderungan anak untuk mengkonsumsi minuman manis semakin meningkat, apalagi ditunjang semakin banyaknya jenis dan merk minuman manis yang dijual saat ini. Walaupun anak hanya mengkonsumsi satu atau dua gelas minuman ringan setiap hari saja, akan dapat menambah berat badannya hingga beberapa kilogram.http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/minuman-manis-menyebabkan-kegemukan.html
Kenaikan berat badan pada anak ini akan membawa banyak masalah pada kesehatannya, seperti Diabetes, Hipertensi, penyakit jantung, gangguan pada paru-paru, termasuk juga masalah sosial dan psikologis pada anak.

Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 10.000 anak yang berusia antara 2-3 tahun. Anak-anak ini seluruhnya dilakukan pengukuran terhadap tinggi dan berat badan pada saat penelitian ini akan dimulai. Mereka juga mengemukakan makanan apa saja yang mereka sukai, termasuk makanan yang mengandung lemak tinggi, makanan yang manis-manis dan minuman manis termasuk di dalamnya jus buah dengan vitamin C, minuman rasa buah, dan soda.

Setahun kemudian, dilakukan kembali pemeriksaan terhadap tinggi dan berapa badan anak, serta seberapa sering mereka mengkonsumsi minuman seperti minuman ringan dan jus buah, juga variasi dalam makanan yang mereka konsumsi.

Untuk anak-anak yang mempunyai berat badan normal, konsumsi minuman manis akan berisiko untuk mengalami berat badan berlebih hingga kegemukan. Sedang pada anak-anak yang telah mempunyai risiko untuk gemuk, bila disertai konsumsi satu atau dua gelas perhari minuman manis, akan meningkatkan risiko tersebut hingga dua kali lipat.

Anak dikatakan mempunyai berat badan berlebih jika berat badannya 95% lebih berat dari anak-anak lain dengan kategori usia yang sama. Bila disebutkan mempunyai risiko untuk mengalami berat badan berlebih, jika berat badannya 85% lebih berat dari anak-anak lain dengan kategori usia yang sama.

Dengan mengurangi konsumsi minuman ringan dan jus buah pada anak-anak, merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kegemukan pada anak, yang dapat membawa akibat berbagai risiko yang mengancam kesehatan mereka.

Sumber: Jurnal Pediatrics
Baca Selengkapnya

Tips Agar Anak Tidak Gampang Sakit

,

Tips Agar Anak Tidak Gampang Sakit


Agar buah hati Anda tidak gampang sakit, daya tahan tubuhnya perlu diperkuat.Caranya dengan asupan gizi yang seimbang. Selain ASI juga musti mengkonsumsi makaan pendamping ASI untuk tumbuh kembangnya. Ingin Anak Anda Sehat dan Cedas? Bijaklah memilih asupan bernutrisi.http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tips-agar-anak-tidak-gampang-sakit.html
Bayi usia (0 hingga 6 bulan),anak musti mandapat asupan AS, namun kondisi ASI setelah enam bulan berubah, seperti zat besi, mineral,seng, dsb menurun.Padahal kebutuhan Gizi terus bertambah, maka dari itu untuk menjaga staminanya dibututhkan Makanan Pendamping ASI.
Memilih MPASI haruslah yang mengandung gizi cukup ,misalnya mineral berupa zat besi berada pada daging, hati, susu, keju, telur, dan sebagainya. Atau vitamin-vitamin yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah berwarna merah, kuning, dan hijau.Makanan yang diasup berpengaruh pada daya tahan tubuh.Misalnya vitamin A berfungsi memelihara kesehatan mata dan menjaga serangan inveksi vitamin C, E, seng, dan A meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit Atau jenis vitamin A,E dan C yang bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas.

Tentunya dalam memberikan MPASI musti memperhatikan kesiapan anak .Untuk bayi berikan makanan yang cair dan lembut Bayi dapat mendapatkan variasi bubur ,seperti bubur susu,bubur buah,dan sayuran yang memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.Bubur buah bisa menggunakan alpokat, sari jeruk manis, papaya, melon, semangka atau pisang. Jangan menggunakan buah buahan asam dan berserat kasar, seperti nanas.

Memilih sayuran misalnya wortel, kacang merah, kacang hijau, tomat, dan kentang sebagai bubur sayuran yang dicampurkan dengan kaldu daging, kaldu ayam, kaldu ikan atau kaldu sayuran.

Setelah bayi bisa menggerakkan lidah dan mengunyah diberikan makanan semi padat, yaitu dengan pemberian nasi tim secara bertahap.begitupula saat bayi tumbuh gigi geliginya makanan padatpun bisa diasupnya.

Ada cara jitu dalam memberikan MPASI yaitu dengan mengakali memberikan variasi rasa ,sebab ketrampilan menelan bayi tergantung pada rangsangan yang tepat pada syaraf pengecapnya.
Baca Selengkapnya

Tanda tanda anak Keracunan Zat Florida

,

Tanda tanda anak Keracunan Zat Florida


Flourida memberikan efek positif pada kesehatan gigi. Dengan adanya flourida, remineralisasi permukaan gigi lebih dimungknkan sehingga gigi lebih kuat. Flourida dapat berupa flourida sistamik (ditelan) atau flourida topical (dipaparkan langsung ke gigi).http://topartikel-kesehatan.blogspot.com/2012/01/tanda-tanda-anak-keracunan-zat-florida.html
Flourida secar alami terkandung did alma air dan beberapa bahan makanan, seperti ikan dan teh. Sementar air mineral yang banyak di pasaran tidak mencantumkan kandungan flourida di dalamnya. Sementara produk- produk yang biasa digunakan sehari-hari yang terkadang mengandung flourida yang tidak begitu dipublikasikan seperti pasta gigi atau permen pemutih gigi.

Pada tubuh anak-anak, penyerapan flourida lebih besar dibandingkan orang dewasa, hal ini bukan hanya tidak bermanfaat bahkan cukup berbahaya. Overdosis karena mengkonsumsi flourida berlebih atau menelannya langsung dapat berakibat fatal. Tablet flourida dan pasta gigi seperti obat-obatan dan pasta gigi adalah beberapa yang bisa dijauhkan dari jangkauan anak. Flourida sangat reaktif dan mampu menembus hingga ke dalam tulang dan sel tempat substansi ini terakumulasi. Memang permukaan gigi menajdi lebih keras, namun gigi itu sendiri menjadi lebih rapuh. Flourida juag mengurangi inteligensi manusia, terutama pada anak yang sejak dini telah keracunan fluor. Level IQ mereka lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak terpapar fluor pada segala kelompok umur yang didaftar.

Tanda-tanda keracunan flourida di antaranya adalah : mual, sakit perut, keluarnya air liur berlebih, keluarnya air mata, keluarnya cairan kental dari hidung dan mulut, berkeringat, sakit kepala, diare dan rasa lemah.
Flourida dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti :

Osteoporosis dan Artritis
Retak panggul
Kanker
Infertilasi
Kerusakan Otak
Penyakit Alzheimer
Ada tiga bahan dalam pasta gigi yang dinilai her¬bahaya. Fluorida berbahaya jika tertelan, sorbitol dan sodium lauryl sulfat bisa mengakibatkan diare, terutama pada anak-anak. Setiap kali anak menggosok gigi, ada kemungkinan besar sedikit "residu" pasta gigi masuk ke perut anak dan jumlah ini semakin bertambah setiap kali memakai pasta gigi. Satu sendok teh pasta gigi berfluor bisa membunuh anak kecil, terlebih lagi efek jangka panjang “residu” pasta gigi yang masuk ke tubuh manusia.
Baca Selengkapnya
 

Top Artikel Kesehatan Powered By Blogger Theme Desain By Ellin Nurlina